Emas Terkoreksi dari Lonjakan, Pasar Waspada Jelang Data AS
Harga emas melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (10/2), setelah reli kuat sehari sebelumnya. Tekanan muncul saat pelaku pasar mulai “ngerem” dan menahan posisi menjelang rangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat, yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga The Fed.
Pelemahan ini juga dipicu kombinasi klasik: aksi ambil untung (profit taking) setelah emas melonjak sekitar 2% pada Senin kemarin, ditambah pergerakan dolar yang sempat menguat tipis di sesi Asia. Ketika dolar menguat, emas (yang dihargai dalam USD) otomatis terasa lebih mahal bagi pembeli non-AS, sehingga dorongan beli cenderung melambat.
Fokus pasar sekarang mengarah ke data AS yang dijadwalkan rilis pekan ini—terutama Employment Situation (NFP) untuk Januari 2026 pada Rabu (11 Feb 2026) dan CPI (inflasi) Januari 2026 pada Jumat (13 Feb 2026). Dua data ini biasanya jadi “penentu suasana” untuk proyeksi langkah The Fed, sehingga wajar jika emas lebih mudah goyang sebelum rilis.
Meski begitu, tekanan hari ini belum menghapus cerita besarnya: emas masih bertahan di atas level psikologis $5.000 dan tetap berada dalam fase volatilitas tinggi sejak reli besar akhir Januari. Reuters mencatat emas sempat mencetak rekor 29 Januari sebelum mengalami koreksi tajam, dan pergerakan harian sekarang banyak dipengaruhi perubahan sentimen suku bunga serta posisi spekulatif jangka pendek.
Dari sisi pasar global, nuansa risk-on ikut membatasi minat safe haven. Bursa Asia menguat—dipimpin Jepang yang mencetak rekor—sementara investor kembali memburu saham teknologi setelah gejolak sebelumnya. Saat minat risiko membaik, sebagian arus dana biasanya keluar sementara dari emas.
Sisi teknikal: area $5.000 jadi “Level Psikologis”
Secara teknikal, perhatian trader tertuju pada dua zona kunci. Pertama, support $5.000—selama level ini masih dipertahankan, pelemahan sering dibaca sebagai koreksi sehat setelah reli. Kedua, area resisten $5.087–$5.100, yang beberapa kali menjadi penghalang saat harga mencoba memperpanjang kenaikan.
Kesimpulannya, pelemahan emas hari ini lebih terlihat sebagai kombinasi ambil untung + pasar menunggu data AS + tarik-menarik sentimen risk-on, bukan perubahan tren besar secara mendadak. Arah berikutnya biasanya akan lebih jelas setelah data tenaga kerja dan inflasi AS keluar pekan ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id