• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

6 January 2026 21:19  |

Target Baru Emas: US$4.800, Kata Morgan Stanley

Morgan Stanley memperkirakan harga emas akan mencapai $4.800 per ons pada kuartal keempat tahun ini, melampaui rekor tahun lalu, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan di Federal Reserve, dan pembelian oleh bank sentral dan dana.

Dalam catatan tertanggal 5 Januari, Morgan Stanley juga mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela selama akhir pekan kemungkinan akan menarik pembeli ke emas sebagai aset aman, tetapi tidak menyebutkan hal ini sebagai alasan untuk perkiraan harga $4.800/ons tersebut.

Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi $4.549,71/oz pada 26 Desember, dan mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan 64%, kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

SAFE HAVEN DIUNTUNGKAN DI MASA PERGOLAKAN

Para pedagang memandang emas sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa pergolakan ekonomi dan geopolitik yang juga berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah ketika sifatnya yang tidak menghasilkan imbal hasil tidak terlalu merugikan secara finansial.

Untuk perak, bank tersebut mengatakan tahun 2025 menandai defisit puncak, menambahkan persyaratan lisensi ekspor China, yang telah berlaku sejak awal tahun ini, menambah "risiko kenaikan untuk perak".

Perak mencatat kenaikan tahunan terkuatnya pada tahun 2025, melonjak 147%, karena meningkatnya selera industri dan investor serta defisit pasar struktural.

Dari kompleks logam dasar, bank tersebut mengatakan lebih menyukai aluminium dan tembaga, yang keduanya menghadapi tantangan pasokan dan peningkatan permintaan.

"Pasokan aluminium terbatas di mana-mana kecuali Indonesia, sementara kenaikan Premi Midwest menunjukkan bahwa beberapa pembelian AS mungkin akan kembali," kata catatan itu.

Ditambahkan bahwa impor tembaga AS telah meningkat, membuat pasar lain tetap ketat dan bahwa tingkat gangguan pasokan tembaga yang tinggi pada tahun 2025 berlanjut hingga tahun 2026.

Harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange mencapai puncaknya di $13.387,50 pada hari Selasa.

Bank tersebut juga menyoroti kekuatan pasar nikel, yang didorong oleh risiko gangguan pasokan di Indonesia, meskipun dikatakan bahwa sebagian besar hal ini dapat diperhitungkan.

Nikel naik 5,8% menjadi $17.980 per ton pada hari Selasa, mencapai level tertingginya sejak 8 Oktober 2024. (Arl)

Sumber: Reuters.com

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
BIAS23.com NM23 Ai