Dolar Stagnan, Pasar Waspada Jelang Keputusan The Fed
Indeks dolar Amerika Serikat bergerak mendatar pada perdagangan Rabu (10/12), dengan pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve yang akan diumumkan besok malam waktu AS. Investor global menahan diri dari posisi agresif karena belum ada kepastian apakah bank sentral akan memberikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dengan nada dovish atau justru menyampaikan “hawkish cut” yang menahan ekspektasi pelonggaran lebih lanjut. Ketidakpastian ini membuat dolar tetap berada dalam rentang sempit sambil menunggu arah kebijakan moneter yang lebih jelas dari Chair Jerome Powell.
Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menambah keraguan pasar. Yield tenor 10 tahun dan 2 tahun bergerak tidak stabil, mencerminkan tarik-menarik sentimen antara ekspektasi penurunan suku bunga dan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih cukup kuat untuk membuat The Fed tetap berhati-hati. Data ekonomi terakhir, termasuk inflasi PCE dan biaya tenaga kerja, memberikan sinyal campuran yang semakin memperbesar fokus pasar pada komunikasi The Fed dalam pernyataan resmi dan konferensi pers Powell.
Secara teknikal, indeks dolar berada dalam pola konsolidasi dengan resistance kuat di kisaran 99.30–100.50, level yang dipandang sebagai penentu reli lanjutan apabila The Fed mengirimkan sinyal hawkish. Di sisi lain, support terdekat berada di 97.60–96.40, yang berpotensi diuji jika The Fed memberikan nada dovish yang membuka peluang pemangkasan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Para analis memperkirakan volatilitas yang tajam kemungkinan besar akan muncul setelah keputusan rilis, terutama karena likuiditas perdagangan cenderung tipis menjelang peristiwa besar seperti FOMC.
Dengan pasar global menunggu jelasnya arah kebijakan, indeks dolar diperkirakan masih bergerak terbatas hingga keputusan The Fed diumumkan. Investor kini bersiap menghadapi salah satu sesi paling sensitif untuk pasar valuta asing sepanjang kuartal ini, di mana satu kalimat dari Powell dapat menentukan apakah dolar kembali menguat atau justru melemah lebih dalam.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id