Jelang FOMC: Oil Bullish Sampai Kapan?
Harga minyak lanjut naik karena risiko pasokan Rusia (Primorsk, Ust-Luga, Kirishi) + dolar melemah jelang peluang pemangkasan 25 bps The Fed. Poin penting: Brent $67,20 / WTI $62,94; serangan drone berpotensi mengurangi ekspor Rusia ke India & Tiongkok; data Tiongkok lemah (pabrik/ritel) tapi throughput kilang & “apparent demand” naik; sentimen juga dipengaruhi kabar tarif dagang (G7/AS) serta kekhawatiran permintaan BBM AS. Intinya, ada premi risiko pasokan yang mengangkat harga, sementara sisi permintaan campuran menahan reli terlalu jauh.
Prospek ke Depannya : Bias jangka pendek cenderung naik moderat selama gangguan Rusia belum pulih penuh dan USD tetap lembek pasca-Fed. Jika Fed dovish (−25 bps + sinyal lanjut), itu menopang oil; kalau pesan hati-hati, kenaikan bisa tersendat. Pemulihan cepat operasi Primorsk/Ust-Luga ⇒ premi risiko susut (harga bisa koreksi); eskalasi serangan ⇒ premi risiko bertambah (harga dorong lebih tinggi). Hal yang perlu dipantau: konfirmasi status ekspor Rusia, hasil FOMC & nada Powell, pembicaraan AS–Tiongkok, dan rilis data permintaan BBM AS empat faktor ini yang kemungkinan mengarahkan pergerakan berikutnya.(ayu)
Harga minyak saat artikel ini ditulis adalah $67.12
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $67.22
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $67.02
Resistance 2: $67.32
Resistance 1: $67.22
Support 1: $66.88
Support 2: $66.78
PERNYATAAN
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id