Bursa Hong Kong Terkoreksi usai Reli Tajam
Indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup melemah 0,5% ke level 25.752,40 pada perdagangan terbaru, setelah pada sesi sebelumnya mencatat lonjakan kuat sebesar 3,1%. Koreksi ini menunjukkan pasar mulai melakukan penyesuaian usai reli tajam, meski secara mingguan indeks masih mencatat kinerja yang cukup solid. Sepanjang pekan ini, Hang Seng telah menguat sekitar 2,5%, dan berada di jalur kenaikan mingguan terbaik sejak akhir November tahun lalu.
Tekanan terbesar terhadap indeks datang dari Alibaba Group Holding Ltd., yang menjadi kontributor utama penurunan setelah sahamnya melemah 2,9%. Sementara itu, Longfor Group Holdings Ltd. mencatat penurunan paling dalam di antara saham-saham utama, dengan koreksi mencapai 5,6%. Dari total 90 saham dalam indeks, sebanyak 53 saham turun, 36 saham naik, dan sisanya tidak banyak berubah, menandakan tekanan pasar lebih dominan pada sesi kali ini.
Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham-saham perdagangan dan industri, yang menjadi sektor dengan tekanan paling besar. Meski demikian, gambaran yang lebih luas masih menunjukkan performa Hang Seng yang cukup kuat. Dalam 5 hari terakhir, indeks masih naik sekitar 4%, sedangkan dalam 30 hari terakhir menguat 1,4%. Bahkan dalam 52 minggu terakhir, Hang Seng telah naik sekitar 27%, meski masih tertinggal dari MSCI AC Asia Pacific Index yang menguat 50% dalam periode yang sama.
Dari sisi valuasi, Hang Seng saat ini diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) 13,5 kali secara trailing dan sekitar 11,5 kali estimasi laba satu tahun ke depan. Indeks ini juga menawarkan dividend yield 2,9% berdasarkan 12 bulan terakhir, dengan total kapitalisasi pasar saham anggotanya mencapai sekitar HK$30,6 triliun. Data ini menunjukkan bahwa meski terjadi koreksi harian, valuasi pasar Hong Kong masih menjadi perhatian investor global, terutama dalam konteks peluang pertumbuhan dan imbal hasil.
Sementara itu, volatilitas harga 30 hari Hang Seng turun menjadi 25,83%, sedikit lebih rendah dibanding sesi sebelumnya di 26,32%, meski masih berada di atas rata-rata sebulan terakhir di 23,93%. Secara posisi teknikal, indeks ini masih berada 8,2% di bawah puncak 52 minggunya yang tercapai pada 29 Januari 2026, namun tetap 33,7% di atas titik terendahnya pada 9 April 2025. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar Hong Kong masih berada dalam tren pemulihan jangka menengah, walau pergerakan jangka pendek mulai menunjukkan fase konsolidasi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id