Perak Masih Kokoh Menanti Suku Bunga
Harga perak masih bertahan di level $58 pada perdagangan pagi ini, Selasa (9/12/2025), didorong oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga global pada awal 2026. Penurunan dolar membuat logam mulia lebih murah bagi pembeli internasional, sementara ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter meningkatkan minat terhadap aset safe-haven seperti perak. Di saat yang sama, kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi menambah dorongan bagi logam mulia yang dianggap sebagai lindung nilai.
Dari sisi industri, prospek permintaan perak tetap solid karena logam ini memiliki peran kunci pada sektor elektronik, otomotif, medis, dan terutama teknologi energi terbarukan seperti panel surya. Data awal manufaktur global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, terutama dari Asia, yang memberi harapan peningkatan aktivitas produksi pada akhir tahun.(mrv)
Harga Perak pada saat analisis ini di rilis berada di level $ 58.052
- Beli jika harga berada pada level $ 58.152
- Jual jika harga berada pada level $ 57.952
Resistance 2: $ 58.315
Resistance 1: $ 58.168
Support 1: $ 57.874
Support 2: $ 57.727
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id