
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9), memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya karena tekanan pada sektor perbankan dan barang mewah. Euro STOXX 50 turun sekitar 0,4% ke level 6.236, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,3% menjadi 634.
Sentimen investor tertekan oleh kenaikan harga energi setelah harapan pemulihan pasokan minyak dari Timur Tengah dalam waktu dekat semakin menipis. Harga gas alam Eropa juga tetap berada pada level tinggi, meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan biaya energi dapat kembali mendorong inflasi kawasan.
Risiko inflasi tersebut membuat pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan dari European Central Bank sepanjang tahun ini. Pada saat yang sama, Federal Reserve juga diperkirakan menaikkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan pekan ini, sehingga yield obligasi global tetap tinggi.
Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling tertekan akibat kenaikan yield dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi. Saham UniCredit dan Deutsche Bank masing-masing turun lebih dari 2%. Sementara itu, sektor barang mewah juga melemah setelah data penjualan ritel China berada di bawah ekspektasi.
LVMH dan Hermès turun sekitar 2,5% karena lemahnya konsumsi China memunculkan kekhawatiran terhadap permintaan barang mewah dari salah satu pasar terpenting mereka.
Analisa Newsmaker: bursa Eropa masih menghadapi kombinasi sentimen negatif dari tingginya harga energi, kenaikan yield, serta ekspektasi kebijakan moneter yang semakin ketat. Selama risiko inflasi energi belum mereda, peluang pemulihan saham Eropa berpotensi terbatas, terutama pada sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan konsumsi global.
Sumber: Newsmaker.id