
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa melemah tajam pada perdagangan Kamis (1/10) setelah lonjakan yield obligasi kembali menekan minat terhadap aset berisiko. Indeks STOXX Europe 600 turun 1,3% dan ditutup pada level terendah sejak Juni, sementara FTSE 100 melemah 1,7%.
Tekanan semakin kuat setelah yield obligasi pemerintah Inggris tenor 30 tahun menembus 6% untuk pertama kalinya sejak 1998. Kenaikan biaya pinjaman membuat obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan saham sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada pertumbuhan ekonomi.
Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling terpukul, dengan indeks saham bank Eropa merosot sekitar 3,7%, penurunan terbesar dalam tujuh bulan. Pasar khawatir yield tinggi dapat memperlebar spread kredit dan meningkatkan risiko gagal bayar dari debitur dengan kondisi keuangan lebih lemah.
Sentimen investor juga dibayangi tekanan inflasi. Data harga yang lebih tinggi dari perkiraan di Prancis, Italia, dan Swiss meningkatkan kekhawatiran bahwa bank sentral mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Di AS, indikator harga bahan baku juga melonjak ke level tertinggi sejak Mei.
Saham individual turut mengalami tekanan. Pandora turun sekitar 3,3% setelah manajemen menyebut permintaan AS mulai stabil pada level rendah akibat tekanan inflasi dan tingginya harga bahan bakar. Sementara itu, investor juga memantau rencana pemerintah Prancis untuk mempersempit defisit anggaran.
Analisis Newsmaker:
Bursa Eropa saat ini menghadapi kombinasi tekanan dari yield obligasi tinggi, inflasi yang masih kuat, defisit fiskal, dan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi. Selama yield tetap tinggi, valuasi saham berpotensi terus tertekan, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan seperti perbankan dan properti.
Sumber: Newsmaker.id