
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng anjlok 2,7% atau 667 poin ke level 23.943 pada perdagangan Jumat(2/10), mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli 2026. Tekanan muncul setelah pasar Hong Kong kembali dibuka usai libur Hari Nasional, di tengah aksi jual aset berisiko global dan tingginya imbal hasil obligasi AS.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat mencapai 5,34%, level tertinggi sejak 2002. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi serta besarnya investasi di sektor AI dapat menjaga tekanan inflasi dan mendorong suku bunga bertahan lebih tinggi.
Harga minyak juga menjadi perhatian setelah Brent berada di sekitar US$102,6 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah. Keputusan Tiongkok menghentikan ekspor bahan bakar olahan turut menambah tekanan terhadap pasar energi dan sentimen saham.
Sektor teknologi menjadi salah satu kelompok yang tertekan akibat tingginya yield serta pembatasan AS terhadap perangkat keras AI canggih. Tencent turun 1,9%, HKEX melemah 2,4%, Trip.com terkoreksi 3,0%, dan Xiaomi anjlok 4,4%, sementara AIA mencatat penurunan 5%.
Tekanan pasar semakin besar karena tidak adanya arus modal melalui skema Southbound Stock Connect, menyusul masih tutupnya bursa saham daratan Tiongkok. Kondisi tersebut mengurangi salah satu sumber likuiditas bagi saham Hong Kong ketika investor tengah menghadapi peningkatan ketidakpastian global.
Ke depan, investor akan mencermati perkembangan yield Treasury, harga minyak, kebijakan suku bunga global, serta kondisi geopolitik. Kombinasi inflasi energi dan tingginya biaya pendanaan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi sentimen terhadap saham Hong Kong dalam jangka pendek.(gn)
Sumber: Newsmaker.id