
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street menutup perdagangan Kamis (1/10) dengan penguatan terbatas setelah sempat tertekan di awal sesi. S&P 500 naik 0,19% ke 7.666,45, Nasdaq Composite menguat 0,04% ke 26.871,60, sementara Dow Jones bertambah tipis 20,51 poin atau 0,04% ke 50.926,56.
Pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh yield Treasury AS. Yield tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,344%, level tertinggi sejak 2002, sebelum berbalik turun pada akhir sesi. Yield 2 tahun bahkan turun sekitar 10 basis poin, membantu meredakan tekanan terhadap saham.
Hubungan antara saham dan obligasi kembali terlihat jelas, di mana penurunan yield memberikan ruang bagi indeks untuk pulih. Namun, penguatan pasar masih terbatas karena harga minyak tetap tinggi dan menambah kekhawatiran terhadap inflasi.
Minyak WTI naik sekitar 2,7% ke US$92,87 per barel, seiring investor menunggu perkembangan konflik AS–Iran dan langkah berikutnya dari pemerintahan Donald Trump. Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor yang menahan optimisme pasar saham.
Dari sektor teknologi, Micron naik sekitar 3% setelah melaporkan kinerja kuartalan yang sangat kuat, dengan pendapatan melonjak tajam. Meski begitu, rencana kenaikan gaji karyawan berpotensi menekan margin perusahaan ke depan.
Analisis Newsmaker:
Penguatan Wall Street kali ini lebih banyak ditopang oleh penurunan yield setelah sempat menyentuh level ekstrem. Namun, harga minyak yang tinggi dan risiko inflasi masih membatasi kenaikan. Pasar selanjutnya akan mencermati arah yield, perkembangan geopolitik, dan data tenaga kerja AS sebagai katalis utama.
Sumber: Newsmaker.id