
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Hong Kong kembali melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026), dengan indeks Hang Seng turun 0,5% ke sekitar level 22.822. Pelemahan ini memperpanjang tekanan setelah indeks mengalami aksi jual tajam pada perdagangan sebelumnya. Kekhawatiran terhadap tingginya investasi dan kebutuhan pendanaan sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat investor semakin berhati-hati, terutama setelah saham-saham teknologi di Wall Street mengalami penurunan besar pada perdagangan Kamis.
Tekanan terhadap sektor teknologi terus meningkat seiring munculnya pertanyaan mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi AI yang membutuhkan dana sangat besar. Kondisi tersebut turut membebani saham teknologi di Hong Kong, termasuk SMIC yang turun 3%, Lenovo melemah 3,1%, dan Genscript Biotech anjlok 9,7%. Sementara itu, saham AIA terkoreksi 0,6% dan Wuxi Biologics turun 1,5%, menunjukkan tekanan jual juga terjadi di luar sektor teknologi.
Sentimen pasar semakin memburuk akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Minyak Brent dilaporkan melonjak sekitar 4% hingga mendekati US$114 per barel setelah serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi global dan membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga menjadi tantangan tambahan bagi pasar saham.
Dari China, perusahaan rintisan AI DeepSeek dilaporkan berhasil memperoleh pendanaan sekitar US$15 miliar. Kabar tersebut memberikan sinyal positif terhadap minat investasi pada pengembangan teknologi AI domestik. Namun, sentimen itu belum mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi saham teknologi dan besarnya biaya pengembangan AI. Sepanjang pekan ini, Hang Seng telah mencatat penurunan lebih dari 6%, mencerminkan semakin lemahnya minat investor terhadap aset berisiko.
Ke depan-nya, pergerakan Hang Seng diperkirakan masih dipengaruhi kondisi Wall Street, perkembangan harga minyak, serta prospek investasi teknologi China. Jika kekhawatiran terhadap pembiayaan AI dan tekanan inflasi global terus meningkat, indeks berisiko melanjutkan pelemahan. Sebaliknya, membaiknya laporan keuangan perusahaan atau munculnya dukungan kebijakan ekonomi China dapat membantu memulihkan sentimen pasar. Kini perhatian investor tertuju pada apakah Hang Seng mampu menghentikan penurunan atau justru menghadapi tekanan lebih besar setelah kehilangan lebih dari 6% sepanjang pekan.