
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam lebih dari satu pekan pada perdagangan Senin (21/9), seiring investor mulai melihat peluang munculnya jalur diplomasi untuk meredakan perang antara Amerika Serikat dan Iran. Brent November turun sekitar 1,8% menuju area US$102 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 2% ke sekitar US$98 per barel. WTI sekaligus menembus level psikologis penting US$100 per barel.
Tekanan terhadap minyak muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pekan ini. Pemerintah AS juga mengizinkan delegasi inti Iran, termasuk Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, menghadiri pertemuan tersebut. Perkembangan ini membuat pasar melihat kemungkinan terbukanya kembali komunikasi antara Washington dan Teheran, meski belum ada kepastian bahwa pertemuan langsung akan benar-benar berlangsung.
Dari sisi pasokan, kekhawatiran pasar juga sedikit berkurang setelah pengiriman minyak Arab Saudi menunjukkan pemulihan. Data yang dikutip Reuters menunjukkan ekspor Saudi kembali meningkat dan pengiriman melalui jalur regional tetap berjalan meski serangan Houthi terhadap infrastruktur serta target di Arab Saudi masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat sebagian premium risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak di atas US$100 mulai dilepas investor.
Namun, Newsmaker menilai penurunan minyak saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Harapan diplomasi memang menekan harga dalam jangka pendek, tetapi konflik AS–Iran serta serangan Houthi terhadap fasilitas dan jalur energi Saudi belum selesai. Jika pertemuan di New York menghasilkan sinyal deeskalasi yang konkret, tekanan terhadap Brent dan WTI berpotensi berlanjut. Sebaliknya, kegagalan diplomasi atau serangan baru terhadap fasilitas minyak dapat dengan cepat mengembalikan premium risiko dan mendorong harga minyak naik lagi.
Dampak ke pasar: minyak yang turun bisa membantu meredakan kekhawatiran inflasi global. Untuk dolar, efeknya cenderung campuran karena USD tetap dipengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed. Sementara untuk emas, meredanya ketegangan AS–Iran dapat mengurangi permintaan safe haven sehingga menjadi tekanan jangka pendek; tetapi kalau diplomasi gagal dan tensi Timur Tengah naik lagi, emas bisa kembali mendapat dukungan.
Sumber: Newsmaker.id