
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026), setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI) dan perubahan kebijakan Amerika Serikat memicu aksi jual di pasar saham global.
Indeks STOXX Europe 600 ditutup turun 1%, menghapus sebagian besar penguatan sepanjang pekan. Meski demikian, tekanan di Eropa masih lebih terbatas dibandingkan Wall Street, yang pada Kamis mencatat kejatuhan S&P 500 sebesar 4,4% dan Nasdaq 100 hingga 6,4%, penurunan harian terdalam indeks teknologi tersebut sejak Maret 2020.
Pelemahan melanda hampir seluruh sektor saham Eropa, dengan hanya sektor perjalanan dan pariwisata yang berhasil bertahan di zona positif. Sentimen negatif dipicu perubahan strategi investor yang mulai mengurangi eksposur terhadap perusahaan terkait AI setelah kemenangan Partai Demokrat di Kongres AS meningkatkan ketidakpastian terhadap kebijakan teknologi dan investasi. Namun, STOXX 600 berhasil memangkas sebagian kerugiannya ketika kontrak berjangka saham AS mulai menguat. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat yang tetap solid memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada Desember, sehingga menambah tekanan terhadap aset berisiko.
Pelaku pasar kini mencermati keberlanjutan koreksi saham teknologi global serta dampaknya terhadap pergerakan modal internasional. Kepala Perdagangan MPPM, Guillermo Hernandez Sampere, menilai perpindahan investasi antarsektor merupakan kondisi yang wajar di tengah perubahan sentimen pasar. Ia memperkirakan volatilitas masih dapat bertahan dalam beberapa hari mendatang, meskipun risiko koreksi berkepanjangan belum dinilai terlalu tinggi. Dengan kondisi tersebut, arah bursa Eropa selanjutnya akan bergantung pada stabilisasi Wall Street, prospek investasi AI, serta perkembangan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Sumber: Newsmaker.id