
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nasdaq Composite berusaha bangkit pada perdagangan Jumat (6/11) setelah mengalami tekanan jual besar-besaran yang menyeret indeks teknologi tersebut memasuki wilayah koreksi. Nasdaq menguat sekitar 1,5% seiring aksi beli investor terhadap saham-saham produsen semikonduktor yang sebelumnya mengalami penurunan tajam. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,7%, sedangkan Dow Jones Industrial Average masih melemah 127 poin atau sekitar 0,3%. Pergerakan tersebut mencerminkan upaya pemulihan Wall Street di tengah meningkatnya ketidakpastian terhadap prospek industri teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Tekanan terhadap pasar saham Amerika Serikat sebelumnya meningkat menyusul kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan anggota DPR, Senat, serta sejumlah jabatan gubernur negara bagian. Hasil politik tersebut memunculkan kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan pembangunan pusat data yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri AI. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintah dan prospek investasi infrastruktur teknologi mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan AI dan industri semikonduktor.
Aksi jual pada perdagangan Kamis (5/11) bahkan menyebabkan tiga indeks utama Wall Street membukukan penurunan harian terburuk sejak April 2025. Nasdaq Composite anjlok 5,5% dan ditutup lebih dari 10% di bawah level tertinggi terbarunya, sehingga secara teknis memasuki wilayah koreksi. Pada saat bersamaan, S&P 500 merosot 4,4%, sementara Dow Jones kehilangan lebih dari 1.800 poin atau sekitar 3,4%. Seluruh 11 sektor dalam indeks S&P 500 berakhir di zona merah, dengan saham perusahaan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur AI menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling besar.
Pemulihan Nasdaq pada perdagangan Jumat menunjukkan mulai munculnya minat beli setelah penurunan harga saham teknologi yang cukup dalam. Meski demikian, rebound tersebut belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran investor mengenai valuasi perusahaan AI, keberlanjutan investasi pusat data, serta arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Bagi dolar AS, pemulihan saham teknologi berpotensi meningkatkan selera risiko investor dan mengurangi sebagian permintaan terhadap aset aman. Namun, dampaknya terhadap dolar masih bergantung pada perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Oleh karena itu, keberlanjutan pemulihan Wall Street akan sangat ditentukan oleh stabilitas sektor teknologi serta kemampuan pasar mempertahankan momentum pembelian dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id