
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Kamis (1/10) di tengah-tengah diplomasi Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Brent dipasarkan di sekitar US$100,48 per barel, sementara WTI berada di US$93,61 per barel. Pasar mencermati pemulihan ekspor kawasan minyak sekaligus perkembangan terbaru pada infrastruktur energi Rusia.
Sentimen harga minyak ikut mendapat dorongan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina menyerang fasilitas minyak Rusia lainnya. Serangan terhadap infrastruktur energi dan kilang Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan kekhawatiran mengenai ketersediaan produk makanan, terutama diesel.
Di Timur Tengah, kondisi pasokan mulai menunjukkan perbaikan. Data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah kawasan mencapai 16,328 juta barel per hari pada bulan September, tertinggi sejak konflik dimulai pada bulan Februari. Arab Saudi juga kembali melakukan pemuatan tanker dari Pelabuhan Yanbu setelah jaringan pipa East-West kembali beroperasi.
Meski demikian, pasokan regional belum sepenuhnya normal. Ekspor minyak Timur Tengah masih sekitar 3,2 juta barel per hari di bawah level Februari, sehingga pasar tetap sensitif terhadap potensi gangguan baru. Perkembangan negosiasi AS–Iran terkait gencatan senjata dan Selat Hormuz juga masih menjadi perhatian investor.
Dari Amerika Serikat, persediaan minyak mentah naik 922 ribu barel pada pekan lalu, berbanding terbalik dengan ekspektasi penurunan 700 ribu barel. Namun, stok bensin turun 1,7 juta barel dan persediaan distilat menyusut 2,3 juta barel, menunjukkan pasar produk bahan bakar masih relatif ketat.
Analisis Newsmaker: Kenaikan minyak saat ini dipengaruhi oleh kombinasi risiko geopolitik, gangguan infrastruktur energi Rusia, dan ketatnya pasokan produk olahan. Di sisi lain, pemulihan ekspor Timur Tengah dan peningkatan stok minyak mentah AS berpotensi menghambat penguatan. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS–Iran, kondisi Selat Hormuz, serta pasokan solar global. (asd)