
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden AS Donald Trump menerima briefing dari Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper terkait kemungkinan langkah militer terhadap Iran. Pertemuan di Gedung Putih berlangsung ketika Washington secara bersamaan mempertimbangkan opsi serangan baru dan upaya menghidupkan kembali perundingan dengan Tehran.
Cooper hadir bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Joint Chiefs of Staff Jenderal Dan Caine. Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena Cooper disebut jarang memberikan briefing langsung kepada Trump di Gedung Putih. Namun, pertemuan ini belum menunjukkan bahwa Trump telah mengambil keputusan untuk kembali melancarkan operasi militer besar terhadap Iran.
Pembahasan berlangsung setelah Trump sebelumnya mengatakan AS dapat melancarkan operasi baru yang menyerupai serangan pada musim semi lalu jika Iran tidak mencapai kesepakatan. Washington juga disebut telah meminta negara-negara Arab di kawasan Teluk bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer singkat namun intens setelah pemilu paruh waktu AS.
Di saat yang sama, jalur diplomasi masih berjalan. Wakil Presiden JD Vance dilaporkan berkomunikasi dengan pejabat senior Iran untuk mencoba menghidupkan kembali negosiasi. Dengan demikian, pemerintahan Trump saat ini menjalankan dua jalur secara bersamaan, yakni menyiapkan opsi militer sekaligus membuka ruang bagi penyelesaian melalui perundingan.
Pertemuan tersebut juga berlangsung sehari setelah Vance melakukan pembicaraan dengan para pemimpin militer di Gedung Putih. Rangkaian konsultasi ini menunjukkan bahwa opsi terkait Iran sedang menjadi perhatian serius dalam pembahasan keamanan nasional AS, meskipun belum ada keputusan final mengenai langkah berikutnya.
Bagi pasar, perkembangan ini berpotensi menjadi perhatian penting karena eskalasi konflik AS-Iran dapat meningkatkan risiko terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan di Timur Tengah. Sebaliknya, keberhasilan diplomasi berpotensi meredakan premi risiko geopolitik dan mengurangi tekanan terhadap pasar minyak.
Analisis Newsmaker: Pasar kini menghadapi dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: diplomasi yang dapat meredakan ketegangan atau eskalasi militer yang berpotensi meningkatkan risiko pasokan energi. Selama Washington belum menentukan langkah final dan komunikasi dengan Tehran masih berlangsung, harga minyak dan aset safe haven kemungkinan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru.
Sumber: Newsmaker.id