
Trending
.png)
Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Bank Sentral Australia (RBA) diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,85% dari sebelumnya 4,60% pada pertemuan kebijakan moneter Selasa (3/11/2026). Langkah ini diperkirakan menjadi kenaikan suku bunga kelima sepanjang 2026 sekaligus membawa tingkat bunga Australia ke posisi tertinggi dalam 18 tahun. Kebijakan tersebut dipertimbangkan karena tekanan inflasi masih sulit dikendalikan.
Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya memperingatkan bahwa risiko kenaikan inflasi telah menjadi kenyataan. Kondisi ini memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat guna menekan laju kenaikan harga barang dan jasa. Kenaikan suku bunga diharapkan mampu mengurangi tekanan permintaan dalam perekonomian, meskipun berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi rumah tangga dan dunia usaha.
Keputusan RBA menjadi perhatian pasar keuangan karena dapat memengaruhi pergerakan dolar Australia (AUD). Menjelang pengumuman, mata uang tersebut masih menunjukkan pelemahan meskipun sentimen pasar global mulai membaik. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan pandangan RBA terhadap prospek inflasi.
Pasar juga akan mencermati pernyataan kebijakan moneter serta konferensi pers Gubernur Michele Bullock setelah pengumuman suku bunga. Investor tidak hanya memperhatikan besarnya kenaikan bunga, tetapi juga mencari petunjuk apakah RBA masih membuka peluang pengetatan lanjutan. Jika bank sentral memberikan sinyal bahwa inflasi tetap menjadi ancaman utama, ekspektasi suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama.
Newsmaker mencatat, potensi kenaikan suku bunga RBA menjadi 4,85% menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi Australia masih menghadapi tantangan. Keputusan yang disertai pernyataan tegas mengenai perlunya pengetatan lanjutan berpeluang mendukung penguatan dolar Australia. Sebaliknya, jika RBA memberi sinyal bahwa siklus kenaikan bunga mendekati akhir, AUD berisiko kembali tertekan. Pasar kini menantikan keputusan resmi untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.