
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa kebijakan Washington terhadap Tehran tidak akan berubah hanya karena pergantian kekuatan politik di AS. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu paruh waktu AS, dengan Khamenei memperingatkan bahwa pihak yang berharap hubungan AS-Iran berubah karena hasil pemilu dinilai keliru.
Khamenei juga memperingatkan bahwa jika AS kembali melakukan agresi militer, respons Iran akan dilakukan dalam skala yang lebih besar. Ia menyebut tindakan Iran terhadap pangkalan AS di kawasan serta pengelolaan Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menghadapi dominasi AS di kawasan.
Pernyataan tersebut muncul ketika jalur diplomasi AS-Iran masih berlangsung. Mediator Qatar terus berupaya menjembatani perbedaan kedua negara, sementara Washington sebelumnya menyebut serangan terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai tindakan defensif.
Dampaknya ke market: pernyataan terbaru Tehran berpotensi menjaga premi risiko geopolitik di pasar energi. Jika ketegangan meningkat dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali terganggu, harga minyak berpotensi mendapat tekanan naik. Sebaliknya, perkembangan diplomasi yang konkret dapat kembali menekan premi risiko minyak.
Untuk emas dan dolar, eskalasi konflik berpotensi meningkatkan permintaan aset safe haven. Namun, arah keduanya tetap akan dipengaruhi oleh yield Treasury, ekspektasi suku bunga The Fed, serta data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini.
Analisis Newsmaker: hasil midterm AS belum otomatis mengubah hubungan Washington dan Tehran. Justru pernyataan Khamenei menunjukkan bahwa risiko geopolitik masih menjadi faktor penting setelah pemilu, sehingga pasar tetap harus mencermati setiap perkembangan di Selat Hormuz dan jalur negosiasi AS-Iran. (arl)
Sumber: Newsmaker.id