
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak menguat tajam pada perdagangan Senin (14/9), dengan Brent naik ke sekitar US$107,8 per barel dan WTI sekitar US$103,2. Kenaikan dipicu oleh serangan drone Houthi terhadap pipa East-West Arab Saudi, yang merupakan jalur penting untuk mengalihkan ekspor minyak dari Selat Hormuz. Gangguan pada pipa tersebut menambah kekhawatiran pasokan karena sebagian arus minyak Timur Tengah juga masih terhambat akibat konflik di kawasan Hormuz.
Secara fundamental, bias minyak masih bullish selama gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik belum mereda. Serangan baru di Hormuz, tertundanya pertemuan diplomatik di Oman, serta terganggunya jalur alternatif Saudi membuat premi risiko tetap tinggi. Namun, harga minyak yang sudah berada di atas US$100 juga meningkatkan risiko inflasi global dan potensi perlambatan permintaan, sehingga koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi jika muncul kabar diplomasi atau pemulihan infrastruktur.(mrv)
Harga minyak brent pada saat analisis ini dirilis: $107.79
- Buy jika harga bergerak ke $107.84
- Sell jika harga bergerak ke $107.74
Resisten 2: $109.47
Resisten 1: $108.20
Support 1: $105.92
Support 2: $104.91
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id