
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak masih bergerak bullish kuat pada perdagangan Jumat (11/9), dengan Brent naik ke sekitar US$108–109 per barel dan WTI di atas US$103. Penguatan terutama didorong eskalasi konflik Timur Tengah, termasuk serangan kapal di sekitar Selat Hormuz serta peningkatan aktivitas Houthi yang memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Aktivitas pelayaran Hormuz juga turun tajam, sehingga pasar memasukkan premi risiko yang lebih tinggi ke harga minyak.
Meski demikian, kenaikan minyak mulai menghadapi risiko koreksi karena harga sudah melonjak hampir 13% sepanjang pekan, sementara OPEC kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026 menjadi sekitar 380 ribu barel per hari. Jadi secara fundamental bias minyak masih bullish selama gangguan pasokan belum mereda, tetapi profit taking bisa muncul sewaktu-waktu jika ada perkembangan diplomatik atau tanda arus pengiriman mulai membaik.(mrv)*
Harga minyak brent pada saat analisis ini dirilis: $108.13
- Buy jika harga bergerak ke $108.18
- Sell jika harga bergerak ke $108.08
Resisten 2: $110.48
Resisten 1: $109.54
Support 1: $107.46
Support 2: $106.32
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id