
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas sedikit menguat pada perdagangan Jumat (11/9) setelah anjlok hampir 2% pada sesi sebelumnya, seiring investor menanti rilis data inflasi AS yang berpotensi memengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve pekan depan. Tekanan terhadap emas masih datang dari ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat, terutama setelah sejumlah komponen biaya yang memengaruhi indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan kenaikan lebih cepat pada Agustus. Gangguan pasokan energi yang berkepanjangan juga dikhawatirkan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sehingga pasar kini memperkirakan sekitar 70% peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan.
Fokus utama pasar kini tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan dirilis malam ini. Inflasi konsumen diperkirakan naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, dibandingkan kenaikan 0,1% pada bulan sebelumnya, terutama akibat lonjakan harga bensin di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Secara tahunan, CPI diperkirakan bertahan di 3,4%. Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi semakin menguat dan menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat meredakan tekanan pada dolar dan yield Treasury, sekaligus membuka ruang pemulihan lebih lanjut bagi harga emas. (arl)
Harga emas pada saat analisis ini dirilis: $4.335
- Buy jika harga bergerak ke $4.340
- Sell jika harga bergerak ke $4.330
Resisten 2: $4.370
Resisten 1: $4.358
Support 1: $4.328
Support 2: $4.316
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id