Hang Seng Menguat, Namun Risiko Geopolitik Masih Menahan
Saham Hong Kong menguat pada Jumat (10/04), dengan Hang Seng Index naik 269 poin atau 1,1% ke 26.032, membalikkan pelemahan singkat pada sesi sebelumnya. Penguatan didorong membaiknya selera risiko setelah muncul laporan bahwa Israel memberi sinyal terbuka untuk negosiasi dengan Lebanon, memicu kembali sentimen de-eskalasi di Timur Tengah.
Kenaikan bersifat luas di berbagai sektor, dengan saham teknologi dan finansial memimpin penguatan saat investor kembali melakukan rotasi ke aset berisiko. Namun, pasar tetap mencermati bahwa reli ini terjadi dalam kondisi sentimen yang masih rapuh.
Kekhawatiran terkait Selat Hormuz dan tensi kawasan yang lebih luas tetap menjadi faktor penggerak utama, terutama lewat pengaruhnya terhadap harga minyak dan risk appetite global. Pelaku pasar menilai eskalasi baru dapat cepat membalikkan penguatan ekuitas dan memperketat kondisi keuangan di Asia.
Di level saham, sejumlah emiten mencatat pergerakan menonjol, termasuk Tencent (+0,3%), H World (+0,2%), Shenzhen Xunlei Technology (+9,8%), SMIC (+3,9%), dan Xiaomi (+1,2%). (asd)
Sumber: Newsmaker.id