Saham Hong Kong Melemah, Minyak Menguat dan Risiko Pasokan Jadi Fokus
Saham Hong Kong melemah pada Senin (30/3) ketika ketegangan Timur Tengah meningkat dan mendorong harga energi naik, menekan sentimen risiko. Hang Seng Index turun 283,70 poin atau 1,1% ke 24.668,18, sementara Hang Seng China Enterprises Index turun 1,0% ke 8.368,88.
Pasar bereaksi terhadap lonjakan minyak yang memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan. Brent memperpanjang kenaikan dan disebut berada di jalur mencatat performa bulanan terkuat, seiring serangan yang meningkat dan penambahan kehadiran militer di kawasan menambah premi risiko energi. Di sisi geopolitik, militer Israel menyatakan Iran meluncurkan beberapa serangan rudal ke Israel, sementara serangan terpisah dari Yaman disebut menjadi salah satu insiden langka sejak konflik dimulai. Israel juga menyebut angkatan udaranya melakukan serangan di Teheran yang menargetkan infrastruktur militer.
Ketidakpastian bertambah setelah laporan Financial Times menyebut Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dapat mempertimbangkan mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Isu ini menambah fokus pasar pada jalur energi dan fasilitas ekspor, yang menjadi kanal transmisi utama dari geopolitik ke inflasi global dan ekspektasi suku bunga.(yds)
Sumber: newsmaker.id