Hang Seng Naik Tipis di Tengah Kuatnya Data Dagang China
Saham Hong Kong dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu, dengan indeks Hang Seng naik sekitar 59 poin atau 0,2% ke level 26.013. Kenaikan ini melanjutkan penguatan sesi sebelumnya, ditopang oleh penguatan kontrak berjangka AS dan harapan pasar terhadap kejelasan arah konflik Iran. Di saat yang sama, data perdagangan China yang kuat ikut menjaga sentimen investor. Data bea cukai China menunjukkan ekspor negara itu melonjak 21,8% pada Januari-Februari 2026, jauh di atas ekspektasi, sementara surplus dagang mencapai US$213,6 miliar.
Sentimen positif juga datang dari sisi korporasi. Produsen mobil listrik China, NIO, membukukan laba bersih kuartalan pertamanya pada kuartal IV 2025, ditopang lonjakan penjualan dan margin yang lebih kuat. Perusahaan itu melaporkan laba bersih kuartalan 282,7 juta yuan, berbalik dari rugi besar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba operasional non-GAAP juga mencatat rekor positif.
Di lantai bursa, saham-saham konsumer dan teknologi menjadi pendorong utama kenaikan. Beberapa emiten yang memimpin penguatan antara lain Geely Auto, China Hongqiao, dan Orient Overseas. Namun, penguatan pasar tetap tertahan oleh kekhawatiran bahwa target pertumbuhan ekonomi China yang lebih rendah untuk 2026, yakni 4,5% hingga 5%, ditambah kinerja ekspor yang masih kuat, bisa membuat Beijing menunda stimulus baru dalam waktu dekat.
Artinya, pasar Hong Kong saat ini mendapat dukungan dari kombinasi data ekonomi yang solid dan kabar korporasi yang positif, tetapi investor belum sepenuhnya lepas dari sikap hati-hati. Selama belum ada kepastian soal tambahan stimulus dari Beijing dan situasi geopolitik global masih berubah-ubah, ruang kenaikan indeks kemungkinan tetap terbatas meski sentimen jangka pendek terlihat membaik.(asd)
Source: Newsmaker.id