Rally Wall Street: Profit Bank Dorong Risk-On
Saham-saham AS menguat pada hari Rabu (15/10) karena serangkaian laporan laba yang lebih kuat dari perkiraan membayangi kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Tiongkok.
Dow Jones Industrial Average naik 209 poin, atau 0,5%. S&P 500 naik 0,7%, sementara Nasdaq Composite menguat hampir 1%.
Saham Bank of America melonjak 4% setelah perusahaan melaporkan laba dan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi analis, berkat pendapatan perbankan investasi yang kuat. Morgan Stanley juga melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan, mendorong sahamnya naik 6%.
Laporan-laporan tersebut muncul setelah serangkaian laporan yang lebih baik dari perkiraan dari Goldman Sachs dan Wells Fargo, antara lain, pada hari Selasa.
Namun, veteran Wall Street, Art Hogan, yakin bahwa saham kemungkinan akan diperdagangkan sideways dari sini, berfluktuasi mendekati level tertinggi sepanjang masa selama ketidakpastian perang dagang masih berlanjut. Kepala strategi pasar di B. Riley Wealth Management juga mengatakan bahwa penutupan pemerintah AS merupakan hambatan lain bagi pasar.
Kekhawatiran perdagangan menyebabkan sesi perdagangan yang bergejolak pada hari Selasa. S&P 500 mencoba bangkit kembali, tetapi akhirnya ditutup melemah setelah Presiden Donald Trump mengancam Tiongkok dengan embargo minyak goreng di akhir sesi perdagangan sebagai balasan atas keputusan Beijing untuk tidak membeli kedelai AS. Pada hari Selasa, indeks acuan naik hingga 0,4% dan turun hingga 1,5%.
Nasdaq turun tetapi ditutup jauh di atas level terendah. Dow Jones melawan tren kenaikan dengan kenaikan lebih dari 200 poin, meskipun sempat turun hingga 1,3% pada Selasa pagi.
Berita hari Selasa tersebut merupakan peningkatan terbaru dalam ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Pada Senin malam, Tiongkok menjatuhkan sanksi baru terhadap lima anak perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, di AS. Hal ini menyusul ancaman Trump Jumat lalu untuk mengenakan tarif tambahan 100% terhadap barang apa pun yang berasal dari Tiongkok setelah Beijing memberlakukan kontrol ekspor yang ketat terhadap mineral tanah jarang. Tarif Trump dapat berlaku mulai 1 November atau lebih cepat, tergantung pada langkah Tiongkok selanjutnya, ungkap Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer kepada CNBC, Selasa. (Arl)
Sumber: Cnbc.com