Pasar Asia Menguat Hati-Hati di Tengah Pemulihan Wall Street
Pasar saham Asia bergerak naik tipis pada Selasa pagi, mengikuti penguatan di Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump melunak terkait ketegangan dagang dengan Tiongkok. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,5%, sementara S&P 500 futures menguat 0,3% seiring rencana pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan akhir Oktober. Pemulihan ini datang setelah aksi jual besar pada Jumat lalu akibat ancaman tarif 100% atas produk Tiongkok.
Citi Research menilai ketegangan dagang tidak akan berlanjut karena AS kemungkinan akan mengambil sikap lebih fleksibel terhadap Tiongkok. Di antara pasar Asia, indeks Taiwan memimpin dengan kenaikan 2,2%, disusul Kospi Korea Selatan yang naik 1% setelah Samsung melaporkan lonjakan laba operasional 32% pada kuartal ketiga. Sementara itu, Nikkei Jepang melemah 1,2% usai libur nasional, dan indeks Australia turun tipis 0,1%.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar masih yakin Federal Reserve akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada akhir bulan ini. Euro stabil di $1,1566 setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak desakan mundur dari lawan politiknya. Di pasar komoditas, harga minyak Brent naik 0,4% menjadi $63,56 per barel, sementara emas terus mencetak rekor baru di $4.138 per ons.
Aset kripto justru tertekan, dengan Bitcoin turun 0,9% ke $114.789 dan Ether melemah 1,5% ke $4.223. Meski ketidakpastian global masih membayangi, investor tampak kembali ke aset berisiko dengan harapan negosiasi dagang AS–Tiongkok berlanjut tanpa eskalasi baru.
5 Poin Inti:
Pasar Asia menguat tipis mengikuti rebound Wall Street.
Trump dan Xi direncanakan bertemu di Korea Selatan akhir Oktober.
Citi menilai AS lebih fleksibel dalam negosiasi dagang dengan Tiongkok.
The Fed diperkirakan memangkas suku bunga 25 bps bulan ini.
Emas cetak rekor baru, Bitcoin melemah di bawah $115.000. (asd)
Source: Newsmaker.id