Saham AS Cetak Rekor Di Tengah Ancaman Shutdown
Tiga indeks utama AS ditutup pada rekor tertinggi pada hari Kamis (2/10) karena investor mengabaikan kekhawatiran terkait penutupan pemerintah AS yang telah memasuki hari kedua.
S&P 500 naik tipis 0,06% menjadi 6.715,35. Indeks ini naik 0,3% pada puncaknya, mencapai rekor tertinggi intraday baru. Dow Jones Industrial Average naik 78,62 poin, atau 0,17%, menjadi 46.519,72, sementara Nasdaq Composite naik 0,39% menjadi 22.844,05. Indeks yang didominasi saham teknologi ini juga mencapai rekor tertinggi intraday baru, didukung oleh kenaikan saham Nvidia, yang juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, karena investor terus memburu saham raksasa kecerdasan buatan tersebut.
Menteri Keuangan Scott Bessent, Kamis, mengatakan kepada CNBC bahwa produk domestik bruto (PDB) mungkin "terpukul" akibat penutupan pemerintah yang sedang berlangsung. Komentarnya meningkatkan kekhawatiran investor bahwa kinerja ekonomi AS akan semakin terpukul jika penutupan pemerintah berlanjut lebih lama.
Harapan bahwa penghentian pendanaan federal akan berlangsung singkat dan dengan demikian membatasi dampak serius terhadap perekonomian mendorong tiga indeks saham utama AS ke zona hijau pada sesi sebelumnya. S&P 500 mencapai penutupan tertinggi ke-29 tahun ini pada hari Rabu, berakhir di atas ambang batas 6.700 untuk pertama kalinya, setelah indeks mencapai rekor tertinggi intraday baru pada hari yang sama. Dow Jones juga mencatat rekor penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.
Penutupan pemerintah dimulai setelah para petinggi Partai Demokrat dan Republik gagal memenuhi tenggat waktu pada hari Selasa untuk menyepakati kesepakatan yang akan menjaga pendanaan pemerintah. Para anggota parlemen saling menyalahkan atas penghentian tersebut sementara Partai Demokrat tetap teguh pada tuntutan mereka untuk menggunakan langkah tersebut guna memperpanjang kredit pajak perawatan kesehatan bagi jutaan warga Amerika.
Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa Partai Demokrat telah memberinya "kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya" untuk memangkas badan-badan federal. (Arl)
Sumber: Cnbc.com