Saham Asia Naik, Apakah Ini Sinyal Bull Market Dimulai Lagi?
Saham Asia naik pada Jumat (28/6) mengikuti penguatan ekuitas global yang menyentuh rekor tertinggi, seiring meredanya ketegangan geopolitik dan meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Indeks di Jepang, Korea Selatan, dan Australia bergerak positif setelah S&P 500 mendekati rekor tertinggi baru dan Nasdaq 100 berhasil mencapainya. Saham global MSCI juga mencetak rekor, didorong oleh lonjakan indeks teknologi dan optimisme pelaku pasar.
Sentimen positif ini muncul setelah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan konsumsi rumah tangga dan penurunan PDB tahunan sebesar 0,5%. Di sisi lain, data tenaga kerja campuran: klaim pengangguran awal turun, namun klaim lanjutan naik ke level tertinggi sejak 2021. Hal ini memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya. Pasar swap kini memperkirakan dua hingga tiga pemangkasan suku bunga tahun ini.
Pergerakan lintas aset menunjukkan bahwa investor mulai mengalihkan fokus dari kekhawatiran jangka pendek, seperti konflik geopolitik dan tarif, menuju arah kebijakan bank sentral dan kesehatan ekonomi. Minyak WTI terus naik moderat selama tiga hari terakhir, mencerminkan stabilitas relatif di Timur Tengah. Di Asia, yen melemah setelah inflasi Tokyo melambat. Pasar di Indonesia dan Malaysia tutup, sementara perhatian beralih ke rilis data perdagangan Filipina dan laba industri Tiongkok.
Sumber: (ayu-newsmaker)