• Mon, Jun 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 June 2026 19:13  |

Ranjau Hormuz Bisa Tunda Normalisasi Pasokan Minyak

Pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi tidak langsung mengembalikan lalu lintas pelayaran ke kondisi normal meski Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka jalur tersebut. Sejumlah sumber keamanan maritim dan pelayaran memperkirakan proses memastikan perairan bebas ranjau dapat memakan waktu beberapa pekan, sehingga risiko pasokan energi belum sepenuhnya hilang dari pasar.

Operasi penyapu ranjau konvensional dan penggunaan drone bawah air canggih diperkirakan dapat berlangsung 40 hingga 50 hari sebelum perusahaan asuransi, operator kapal, dan pelaku industri minyak cukup yakin untuk kembali melintasi Hormuz secara penuh. Kondisi ini berpotensi menahan puluhan juta barel minyak dari Teluk, terutama setelah pasokan kawasan tersebut sudah terganggu sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Selat Hormuz menjadi jalur penting karena sebelum perang menangani sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia setiap hari. Karena itu, proses normalisasi yang lebih lambat dapat menjaga premi risiko pada pasar energi, meski harga minyak sudah turun setelah kabar kesepakatan AS–Iran. Setiap barel ekspor dari Teluk menjadi penting karena persediaan di negara-negara ekonomi besar disebut menuju level terendah sejak setidaknya 2003.

Industri pelayaran masih bersikap hati-hati. BIMCO menilai risiko transit saat ini tetap tinggi karena ancaman ranjau masih menjadi perhatian. Jalur yang benar-benar bebas ranjau perlu ditetapkan sebelum kapal-kapal kembali beroperasi dalam skala normal. Nilai satu kapal tanker super beserta muatan minyak mentahnya dapat mencapai sekitar US$300 juta, sehingga perusahaan asuransi risiko perang, pemilik kapal, dan perusahaan minyak membutuhkan jaminan keamanan yang kuat.

Ketidakpastian juga muncul karena belum jelas berapa banyak ranjau yang mungkin telah ditanam di sekitar selat. Iran sebelumnya mengancam mengerahkan ranjau laut, sementara AS menyatakan telah menargetkan kapal-kapal Iran yang diduga membawa ranjau. Pada awal Juni, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Iran telah menanam ranjau di sebagian besar Selat Hormuz, sementara angkatan laut Jerman mencatat laporan ranjau ditemukan di empat lokasi berdasarkan informasi dari angkatan laut AS dan Inggris.

Lalu lintas kapal memang mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi masih jauh dari normal. Data pengiriman yang dapat diverifikasi menunjukkan rata-rata 12 hingga 15 kapal per hari melewati selat tersebut, dibandingkan 120 hingga 140 kapal per hari sebelum perang. Ini menunjukkan pembukaan kembali Hormuz tidak hanya bergantung pada kesepakatan politik, tetapi juga pada jaminan teknis dan keamanan di lapangan.

Secara fundamental, risiko ranjau dapat menahan penurunan harga minyak karena pasar masih menghadapi potensi hambatan fisik pada arus pasokan. Jika proses pembersihan berjalan lambat, tekanan pasokan dari Teluk bisa bertahan lebih lama dan menjaga risiko inflasi energi. Namun, jika jalur aman berhasil ditetapkan dan volume pelayaran pulih, premi perang pada minyak dapat terus berkurang. Fokus pasar berikutnya adalah progres pembersihan ranjau, respons perusahaan asuransi, volume kapal yang keluar dari Teluk, dan kepastian implementasi kesepakatan AS–Iran.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai