Bursa Eropa Mundur dari Rekor, Risiko Iran & Laba Emiten Jadi Sorotan
Saham-saham Eropa melemah pada hari Kamis (19/2) dan mundur dari penutupan rekor pada Rabu, dipicu laporan kinerja yang mengecewakan dari sejumlah emiten besar serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,5% pada penutupan, dengan sektor perbankan dan barang industri menjadi penekan utama, sementara real estat serta makanan dan minuman termasuk yang relatif menguat.
Di level saham, Airbus anjlok 6,8% setelah mengingatkan bahwa pasokan mesin yang belum stabil untuk keluarga jet A320 menghambat produksi dan pengiriman. Renault turun 3,1% usai perusahaan memperkirakan profitabilitas akan melemah tahun ini seiring peluncuran model kendaraan listrik berharga lebih rendah.
Sebaliknya, beberapa saham mampu menahan pelemahan indeks. Nestlé melonjak 3,9% setelah menyampaikan prospek pertumbuhan penjualan yang diperkirakan membaik di bawah CEO barunya. Air France-KLM melesat 12% usai membukukan pendapatan lebih baik dari perkiraan dan tetap optimistis pada rute Atlantik Utara yang dinilai menguntungkan.
Pasar juga terus menilai prospek suku bunga dan pertumbuhan, di tengah sinyal bahwa ketegangan geopolitik masih menjadi variabel besar. Kepala pengawas nuklir PBB menyebut penumpukan militer AS di Timur Tengah berisiko mempersempit peluang Iran mencapai kesepakatan diplomatik terkait aktivitas nuklirnya—narasi yang ikut mengangkat harga minyak dan memperkuat sikap hati-hati investor.
Meski indeks melemah, musim laporan keuangan di Eropa secara umum sedikit lebih baik dari perkiraan. Data Bloomberg Intelligence menunjukkan perusahaan-perusahaan di indeks MSCI Eropa membukukan kenaikan laba kuartal IV sekitar 3,6%, di atas estimasi analis 1,3%. Di sisi lain, Rio Tinto turun 3,7% setelah laba tahunan stagnan, karena kenaikan tembaga dan aluminium belum mampu menutup dampak biaya restrukturisasi satu kali, tarif AS, serta tekanan dari China pada bisnis bijih besi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id