Bursa Eropa Mundur Tipis, Menjauh dari Rekor
Saham-saham Eropa melemah tipis pada Kamis (19/2), setelah sehari sebelumnya menyentuh level rekor. Indeks Euro Stoxx 50 dan Stoxx Europe 600 sama-sama turun sekitar 0,1%, menandakan investor mulai mengambil sikap lebih hati-hati.
Sentimen pasar tertahan oleh meningkatnya ketegangan AS–Iran, yang kembali mengangkat nuansa risk-off. Di saat yang sama, pelaku pasar juga menimbang rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar yang memberi arah berbeda antar sektor.
Pasar turut mencerna risalah rapat The Fed, yang menunjukkan banyak pembuat kebijakan menilai proses penurunan inflasi (disinflasi) bisa berjalan lebih lambat dan tidak merata dari perkiraan sebelumnya. Sinyal ini membuat investor cenderung menahan agresivitas, karena jalur suku bunga global bisa bertahan ketat lebih lama.
Di level korporasi, Nestlé menguat lebih dari 3% setelah mencatat pertumbuhan penjualan kuartal IV yang melampaui ekspektasi. Kenaikan ini membantu menahan pelemahan indeks secara keseluruhan, terutama pada saham consumer defensives.
Sementara itu, Rio Tinto naik sekitar 2%, meski membukukan laba tahunan yang datar dan masih di bawah perkiraan pasar. Reaksi positif ini mengindikasikan sebagian investor melihat valuasi dan prospek komoditas tetap menarik, meski angka kinerja belum sepenuhnya memuaskan.
Di sisi yang menekan pasar, Airbus anjlok lebih dari 5% setelah memangkas target produksi pesawat utama akibat kendala pasokan yang belum pulih. Di Jerman, Vonovia naik sekitar 1,5% setelah mendapat upgrade dari Morgan Stanley—sebuah perubahan arah setelah hampir dua tahun berada pada rekomendasi underweight.(yds)
Sumber: Newsmaker.id