Saham AS Naik Tipis Jelang FOMC
Indeks saham Amerika Serikat menguat tipis pada Rabu (18/2), memperpanjang reli kecil untuk sesi ketiga sejak penurunan tajam Kamis lalu. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang mulai menilai ulang sejauh mana “disrupsi AI” bisa memengaruhi sektor teknologi, terutama setelah lonjakan valuasi dan belanja infrastruktur AI memicu kekhawatiran tahun ini.
Tiga indeks utama naik kurang dari 0,3%, menandakan penguatan yang terbatas namun konsisten. Investor masih menyimpan keraguan apakah belanja besar infrastruktur AI oleh raksasa teknologi benar-benar akan cepat diterjemahkan menjadi pendapatan yang lebih tinggi, terutama ketika ekspektasi sudah telanjur tinggi dan valuasi mega caps menjadi mahal.
Di antara saham teknologi, Nvidia naik hampir 2%, memperpanjang pemulihan setelah sesi sebelumnya. Sentimen terhadap Nvidia terbantu setelah Meta menyatakan akan menggunakan jutaan chip Nvidia untuk pusat data barunya, memberi sinyal permintaan AI masih kuat di level korporasi.
Sementara itu, Amazon dan Micron ikut menguat tajam setelah sejumlah manajer aset besar mengumumkan peningkatan porsi kepemilikan pada kedua perusahaan tersebut. Namun, tidak semua saham teknologi bergerak searah: AMD turun hampir 4%, dan Palo Alto Networks anjlok sekitar 10% setelah merilis proyeksi kinerja yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Di luar faktor AI, prospek pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini turut membantu sentimen risiko menjelang rilis FOMC Meeting Minutes. Pasar menunggu apakah risalah rapat tersebut akan memperkuat keyakinan soal jalur suku bunga, yang berpotensi menentukan apakah penguatan tipis Wall Street bisa berlanjut atau justru berbalik volatil.(yds)
Sumber: Newsmaker.id