Pasar AS Pulih Tipis, Kekhawatiran AI Belum Hilang
Saham-saham AS menutup perdagangan Selasa (17/2) dengan kenaikan tipis setelah sesi yang bergejolak, di mana indeks utama sempat terseret ke zona merah sebelum berbalik menguat. Perdagangan hari itu jadi ajang “cari arah” usai libur Hari Presiden, dengan investor menakar ulang sentimen dan menunggu katalis berikutnya.
Di penutupan, S&P 500 naik 0,1% ke 6.845,68 setelah sempat turun hingga 0,9%. Nasdaq Composite ikut menguat 0,1% ke 22.578,38, memulihkan koreksi intraday yang sempat mencapai 1,3%. Dow Jones juga berakhir naik 0,1% ke 49.533,19, menegaskan pemulihan meski ritmenya tidak mulus.
Pergerakan intraday terlihat ekstrem: pembukaan cenderung campuran, lalu pasar cepat turun ke level terendah sesi, sebelum bangkit menjelang siang. Setelah beberapa kali “naik-turun” dan tarik-ulur arah, indeks utama akhirnya menutup hari di wilayah positif—tipis, tapi cukup untuk meredakan tekanan.
Fokus utama tetap sama: kekhawatiran disrupsi AI terhadap sektor teknologi dan industri terkait. Setelah melewati minggu yang merugi, pasar masih menimbang dampak kemunculan model AI baru terhadap peta persaingan—siapa yang diuntungkan, siapa yang tergerus—serta pertanyaan besar lain: apakah belanja masif untuk infrastruktur AI benar-benar akan berbuah profit yang sepadan bagi raksasa teknologi.
Intinya, narasi AI kini mulai bergeser dari “masa depan yang magis” menjadi fase implementasi yang lebih realistis—penuh pemenang dan pecundang, risiko baru, serta perubahan yang tidak selalu terduga. Dan selama ketidakpastian ini belum dapat jawaban tegas dari kinerja laba maupun data ekonomi, volatilitas seperti hari Selasa berpotensi tetap jadi “menu utama” di Wall Street. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id