Saham AS Dibuka Variatif Pasca Libur
Wall Street membuka perdagangan Selasa (17/2) secara campuran usai libur Presidents’ Day. Pergerakan indeks cenderung tipis: Dow Jones masih bertahan di zona hijau, sementara S&P 500 dan Nasdaq bergerak melemah tipis, menandakan investor masuk pekan “pendek” ini dengan sikap lebih defensif.
Mood pasar masih dibayangi koreksi pekan lalu, ketika kekhawatiran soal disrupsi AI menekan saham-saham berbasis pertumbuhan—terutama teknologi. Investor mulai mempertanyakan apakah belanja besar untuk infrastruktur AI benar-benar akan berujung pada imbal hasil yang sepadan, apalagi setelah munculnya model-model baru yang memicu kekhawatiran perubahan peta persaingan di berbagai industri.
Fokus berikutnya mengarah ke rentetan katalis minggu ini: risalah rapat The Fed (FOMC Minutes) dan data inflasi favorit bank sentral, PCE, yang berpotensi mengubah ekspektasi jalur suku bunga. Di saat yang sama, pasar juga memantau lanjutan laporan ekonomi (termasuk gambaran pertumbuhan) serta rilis kinerja emiten yang tersisa di musim laporan keuangan.
Dengan likuiditas global yang masih terpengaruh libur (sebagian Asia dalam periode Tahun Baru Imlek), pelaku pasar cenderung memilih langkah kecil sambil menunggu “pemicu besar” berikutnya. Hasilnya, pembukaan yang campuran ini berpotensi berlanjut menjadi sesi yang mudah berubah arah—terutama jika data atau komentar pejabat bank sentral memantik re-pricing mendadak.(yds)
Sumber: Newsmaker.id