Bursa Eropa Naik Pelan, Data Upah Jadi Kunci
Saham-saham Eropa bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (17/2), dengan investor menangkap satu sinyal utama dari Inggris: tekanan upah mulai mendingin. Pergerakan indeks berlangsung hati-hati, seiring pasar memilih menimbang ulang arah suku bunga dan sederet laporan kinerja emiten besar yang masuk di hari yang sama.
Dari Inggris, data Office for National Statistics (ONS) menunjukkan laju pertumbuhan upah melambat di akhir 2025. Rata-rata pendapatan (di luar bonus) tercatat naik 4,2% secara tahunan pada kuartal IV, turun dari 4,4% sebelumnya, sementara tingkat pengangguran naik ke level tertinggi di luar masa pandemi sejak 2015. Angka ini memperkuat persepsi bahwa tekanan biaya tenaga kerja mereda.
Bagi pasar, “upah yang lebih dingin” membuka ruang bagi Bank of England untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan jika indikator lain ikut mendukung. Itulah yang kemudian menyuntikkan dukungan ke ekuitas Eropa, terutama ketika investor sedang sensitif terhadap setiap petunjuk yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi korporasi, sorotan jatuh pada Antofagasta yang membukukan lonjakan 52% laba inti 2025 seiring dorongan harga tembaga, namun pergerakan sahamnya tetap tertekan karena pasar menakar ulang prospek dan faktor harga komoditas. Di saat bersamaan, InterContinental Hotels Group (IHG) mencatat pendapatan kamar kuartal IV melampaui perkiraan, ditopang kekuatan permintaan di sejumlah wilayah, memberi angin segar bagi sektor travel.
Spanyol juga masuk radar setelah Enagás memperkirakan laba 2026 akan lebih rendah dibanding 2025, mengingat tahun lalu ditopang faktor “sekali jalan” seperti penjualan aset dan putusan arbitrase. Meski begitu, pasar tetap mencermati detail panduan kinerja dan arah strategi perusahaan di tengah transisi energi dan dinamika regulasi.
Sementara itu, dari luar Eropa, kabar aktivis Elliott yang membangun porsi kepemilikan di atas 10% di Norwegian Cruise Line menambah bumbu “aksi korporasi” global—mengingat pola investor aktivis kerap memicu perubahan strategi dan tata kelola. Kombinasi data makro yang melunak dan headline korporasi inilah yang membuat bursa Eropa naik tipis, namun tetap terasa “selektif”—pasar membeli cerita yang kuat, dan menahan diri pada yang penuh tanda tanya.
Sumber: Newsmaker.id