Wall Street Tertahan, Rotasi ke Non-AI Makin Kelihatan
Indeks saham AS cenderung jalan di tempat pada Jumat (13/2) setelah terpukul di sesi sebelumnya, karena pasar masih “mencerna” gelombang jual di saham-saham bertema AI—meski data inflasi Januari keluar lebih dingin dari perkiraan. Sebagai gambaran pergerakan indeks S&P 500, Nasdaq cenderung datar, sementara Dow turun sekitar 100 poin pada pembukaan sesi.
Data CPI yang lebih jinak memang memberi ruang napas untuk narasi pemangkasan suku bunga (headline melambat, dan pasar kembali menghitung ulang jalur Fed), tapi efeknya ke ekuitas tidak langsung “ngegas” karena sentimen masih ketahan oleh isu yang lebih besar: keraguan atas capex AI dan seberapa cepat investasi komputasi itu berubah jadi laba.
Di level saham, rotasinya kelihatan jelas: emiten infrastruktur/semikonduktor tertentu justru jadi penopang, sementara beberapa nama AI-exposed masih lesu setelah tekanan tajam kemarin. Applied Materials melonjak +13,53% dan Arista Networks naik +7,14% (pasca kabar kinerja/arah bisnis yang kuat), sedangkan Micron terkoreksi -4,02%.
Sementara itu, beberapa big-name yang sering diasosiasikan dengan tema AI bergerak terbatas: Palantir -0,30%, Microsoft -0,03%, dan Oracle +1,69% pada update terakhir—menggambarkan pasar yang lagi “pilih-pilih” dan belum mau full risk-on sebelum volatilitas mereda. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id