Saham Eropa Terkoreksi dari Rekor
Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (12/2), mengikuti penurunan di akhir sesi pasar saham Amerika Utara. Sentimen memburuk setelah muncul sinyal baru soal kekhawatiran belanja modal (capex) AI yang dinilai makin berat, serta potensi suku bunga Federal Reserve yang tetap ketat lebih lama. Tekanan juga datang dari serangkaian laporan kinerja perusahaan yang hasilnya kurang memuaskan.
Indeks STOXX 50 turun 0,5% ke 6.004, sementara STOXX 600 melemah 0,6% ke 618—setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Saham ASML, Prosus, dan Infineon masing-masing turun sekitar 2%, sejalan dengan melemahnya sentimen pada emiten yang punya eksposur besar terhadap tema AI. Di sisi lain, Adyen anjlok lebih dari 21% setelah laporan keuangannya gagal memenuhi ekspektasi pasar.
Di sektor lain, Sanofi jatuh 4,5% setelah dewan direksi mencopot CEO-nya di tengah proses pemulihan (turnaround) yang dinilai mandek untuk raksasa vaksin tersebut. Mercedes-Benz turun 1,5% menyusul penurunan laba.
Namun tidak semua saham tertekan. Siemens ditutup sedikit menguat, meski sempat melonjak hingga 7% di tengah sesi, setelah grup teknologi itu menaikkan panduan laba (earnings guidance) berkat awal tahun fiskal yang kuat.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com