Greenland Reda, Asia Menguat
Saham Asia menguat mengikuti Wall Street setelah komentar Presiden AS Donald Trump soal adanya “kerangka” kesepakatan terkait Greenland menurunkan kekhawatiran yang sebelumnya memicu volatilitas pasar. Bursa di Jepang, Korea Selatan, dan Australia naik, memberi sinyal indeks regional berpeluang memutus tren turun tiga hari.
Di AS, reli menguat karena investor menilai risiko tarif baru ke Eropa mereda. Indeks-indeks utama naik solid, dan kontrak berjangka AS di sesi Asia juga bergerak positif—menggambarkan sentimen risk-on mulai balik ke pasar saham.
Aset safe-haven justru mundur. Emas dan perak terkoreksi karena pelaku pasar menangkap pernyataan Trump—termasuk penegasan tidak akan memakai kekuatan militer—sebagai tanda meredanya tensi geopolitik dan dagang, setidaknya untuk sementara.
Di kripto, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah $90.000 setelah kabar rancangan regulasi besar pasar kripto AS kemungkinan tertunda beberapa minggu. Sementara itu, Coinbase melaporkan sebagian pengguna mengalami tampilan saldo atau harga yang keliru, namun perusahaan menegaskan dana pengguna tetap aman.
Pasar obligasi ikut lebih tenang. Yield Treasury AS stabil setelah sempat turun, dan lelang obligasi AS tenor 20 tahun disebut mendapat permintaan kuat. Di Jepang, obligasi tenor panjang sempat memantul setelah gejolak awal pekan, dan investor kini menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan.
5 inti poin:
- Saham Asia naik mengikuti reli Wall Street, sentimen membaik usai komentar Trump soal Greenland.
- Pasar menilai risiko tarif mereda, futures AS menguat di sesi Asia.
- Emas dan perak turun karena kebutuhan safe-haven menurun sementara.
- Bitcoin masih di bawah $90.000, tertekan isu penundaan regulasi kripto AS; Coinbase akui gangguan tampilan saldo/harga.
- Yield Treasury stabil dan lelang 20 tahun kuat; fokus bergeser ke gejolak obligasi Jepang dan keputusan Bank of Japan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id