Efek Greenland: Ekuitas Eropa Lanjutkan Penurunan
Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Selasa (20/1) karena pelaku pasar masih dihantui ancaman tarif baru dari AS. Sentimen risk-off kembali muncul, membuat investor menahan belanja saham meski sebagian harga sudah turun. Indeks acuan Stoxx 600 berakhir turun sekitar 0,7%, dan hampir seluruh bursa utama Eropa ikut masuk zona merah.
Pemicu utamanya datang dari tekanan geopolitik dan dagang. Trump sebelumnya menyebut delapan negara Eropa bisa terkena tarif bertahap—mulai dari 10% pada awal Februari dan berpotensi naik menjadi 25% pada awal Juni—jika tidak ada kesepakatan terkait ambisi Washington untuk “membeli” Greenland, wilayah semi-otonom yang masih berada di bawah Denmark. Negara yang disebut termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Para pemimpin Eropa menilai ancaman ini tidak bisa diterima dan mendorong jalur dialog, tetapi di saat yang sama mulai menyiapkan opsi balasan. Prancis dikabarkan mendorong Uni Eropa mempertimbangkan alat balasan ekonomi terkuatnya, yaitu Anti-Coercion Instrument, sebagai sinyal bahwa Eropa siap merespons jika tarif benar-benar dijalankan.
Di lantai bursa, tekanan paling terasa di saham-saham Jerman yang sensitif terhadap ekspor. Indeks DAX ditutup turun hampir 1,1%, sedangkan indeks MDAX (saham menengah) merosot sekitar 1,8%. Menambah panas situasi, Trump juga mengancam tarif 200% untuk anggur dan sampanye Prancis, yang makin menekan sektor-sektor yang bergantung pada perdagangan lintas Atlantik. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id