Bursa AS Rontok, Investor Hindari Risiko
Saham AS jatuh tajam pada sesi Selasa (20/1) pekan ini pasca Presiden Donald Trump melontarkan ancaman tarif baru, di saat pasar obligasi global juga lagi tegang. S&P 500 dan Dow Jones sama-sama turun sekitar 1,3%, sementara Nasdaq 100 melemah 1,6%.
Trump mengumumkan rencana tarif 10% mulai Februari untuk barang dari Denmark, Norwegia, Jerman, Inggris, Prancis, Belanda, Swedia, dan Finlandia jika negara-negara itu tetap menolak penjualan Greenland ke AS. Tarif tersebut disebut bisa naik menjadi 25% pada Juni, sehingga memicu ketakutan perang dagang baru dan membuat investor mengurangi risiko.
Tekanan juga datang dari pasar obligasi. Janji pemotongan pajak di Jepang memicu lonjakan imbal hasil obligasi tenor panjang, yang merembet ke negara-negara besar lain. Suku bunga yang naik biasanya jadi kabar buruk untuk saham growth, sehingga raksasa teknologi ikut terpukul: Nvidia, Microsoft, dan Alphabet turun lebih dari 2%.
Di sisi korporasi, 3M anjlok 5% meski pendapatannya melampaui perkiraan pada kuartal keempat—tanda pasar masih sensitif pada prospek ke depan. Sementara itu, futures Netflix naik 1,5% menjelang rilis laporan setelah penutupan pasar, di tengah kabar Netflix terbuka untuk mengubah tawaran akuisisi Paramount menjadi all-cash agar peluang deal makin besar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id