Wall Street Masih Menguat, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Indeks saham utama AS bergerak cenderung datar pada perdagangan Kamis (4/12), ketika investor menahan diri menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pekan depan. S&P 500 dan Nasdaq Composite diperdagangkan di sekitar level pembukaan, sementara Dow Jones juga nyaris tidak berubah. Meski begitu, secara keseluruhan Wall Street masih melanjutkan tren menguat dalam tiga hari beruntun, didukung harapan bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bergerak naik, sementara Bitcoin kembali tertekan dan turun sekitar 1%. Kripto terbesar itu sempat jatuh di bawah $85.000 pada Senin, menyentuh level terendah sejak Maret, sebelum bangkit lagi pada Selasa dan bertahan di atas $90.000 sepanjang pekan. Pergerakan ini memberi sedikit harapan bagi investor kripto yang sempat terpukul oleh koreksi tajam awal minggu.
Fokus pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ketenagakerjaan terbaru. Laporan dari perusahaan penempatan kerja Challenger, Gray & Christmas menunjukkan pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS pada November terus menambah total PHK tahun ini menjadi lebih dari 1 juta, didorong restrukturisasi korporasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan dampak tarif. Sehari sebelumnya, data ADP juga mencatat penurunan mengejutkan pada payroll sektor swasta, menambah sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melemah.
Serangkaian data tersebut memperkuat keyakinan Wall Street bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 10 Desember, yang menjadi pertemuan terakhir di tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memprediksi sekitar 87% peluang pemangkasan suku bunga pekan depan, jauh lebih tinggi dibanding hanya beberapa minggu lalu. Ekspektasi inilah yang menjadi penopang utama sentimen di pasar saham, meski pergerakan harian indeks terlihat terbatas.(yds)
Sumber: CNBC.com