Yen Tertahan, BOJ Mau Naik Bunga Lagi?
Nilai tukar yen Jepang bertahan di sekitar 155,5 per dolar AS pada perdagangan Rabu(19/11), setelah sebelumnya terus melemah. Pasar masih mencerna sinyal kebijakan dari Bank of Japan (BOJ) setelah Gubernur Kazuo Ueda bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dalam pertemuan itu, Ueda menegaskan bahwa BOJ sedang menaikkan suku bunga secara bertahap untuk membawa inflasi menuju target 2%, sambil tetap menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak tersendat.
Setelah pertemuan, Ueda mengatakan kepada wartawan bahwa perdana menteri tidak memberikan permintaan khusus terkait kebijakan moneter. Namun, pelaku pasar masih terbelah soal peluang kenaikan suku bunga lagi pada bulan Desember. Ada yang menilai BOJ mulai serius keluar dari kebijakan super longgar, tapi ada juga yang merasa bank sentral masih akan berhati-hati karena data ekonomi Jepang belum sepenuhnya kuat.
Dari sisi data, pesanan mesin Jepang pada September naik lebih tinggi dari perkiraan, yang mengisyaratkan belanja modal perusahaan masih cukup sehat. Meski begitu, yen tetap diperdagangkan mendekati level terendah dalam sepuluh bulan. Salah satu alasannya adalah ekspektasi bahwa pemerintah baru akan menggelontorkan belanja fiskal dalam skala besar, yang bisa menambah tekanan pada mata uang tersebut. Alhasil, yen sementara ini masih tertahan lemah, sementara pasar menunggu kejelasan langkah BOJ berikutnya. (az)
Sumber: Newsmaker.id