Dolar AS Menguat terhadap Franc Swiss Usai Data Industri Melemah
Nilai tukar Dolar AS (USD) menguat terhadap Franc Swiss (CHF) pada perdagangan hari Senin (18 Agustus 2025), mencapai level tertinggi di dekat 0.8072. Penguatan ini terjadi setelah rilis data industri Swiss yang mengecewakan, yang menambah kekhawatiran atas melambatnya ekonomi Swiss. Selain itu, Dolar AS juga mendapat dukungan dari meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Pertemuan tersebut menjadi perhatian pasar karena ada kekhawatiran bahwa Trump akan menekan Zelenskyy agar menerima syarat perdamaian dari Presiden Rusia Vladimir Putin, yang mencakup penyerahan wilayah Ukraina ke Rusia. Zelenskyy telah menolak syarat itu sebelumnya, dan para pemimpin Eropa yang ikut dalam pertemuan diyakini tidak akan menyetujuinya. Ketidakpastian geopolitik ini mendorong sentimen risk-off, yang justru memperkuat permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset aman.
Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September masih tinggi di kisaran 84%, meski data penjualan ritel AS hari Jumat lalu cukup kuat. Namun, kekhawatiran terhadap geopolitik saat ini cukup untuk menopang Dolar, meskipun pasar tetap waspada terhadap arah kebijakan moneter AS.
Menjelang pidato penting dari Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole pada hari Jumat, sebagian pelaku pasar juga mulai mengurangi posisi jual terhadap Dolar AS. Jika Powell tidak terdengar cukup dovish, hal ini bisa memperkecil peluang pemangkasan suku bunga dan memberikan dukungan lebih lanjut bagi Greenback.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id