Dolar Menguat Tipis Jelang Rilis CPI; Euro Ikut Naik
Dolar AS menguat tipis pada Senin (20/10), pulih setelah pelemahan pekan lalu, meski sentimen pasar tetap hati-hati menjelang rilis data inflasi utama dan kekhawatiran terhadap kesehatan sektor perbankan regional AS.
Pada pukul 04:15 ET (08:15 GMT), Indeks Dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,1% ke level 98,270, setelah mencatat penurunan lima hari terbesar sejak akhir Juli pada pekan lalu.
Data CPI AS Dinanti
Nilai tukar dolar stabil seiring pemulihan di Wall Street, meskipun perhatian pasar kembali tertuju pada bank-bank regional AS setelah dua perusahaan pemberi pinjaman Zions dan Western Alliance Bancorp melaporkan masalah kredit yang terkait dengan dugaan penipuan.
"Masalah kesehatan bank regional dan kualitas kredit secara keseluruhan di AS tetap menjadi fokus utama pasar valuta asing," tulis analis dari ING dalam sebuah catatan.
"Indikasi bahwa masalah pinjaman tidak meluas di luar Zions Bancorp dan Western Alliance bisa memberikan sedikit kelegaan bagi dolar. Namun, itu mungkin belum cukup untuk sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran tentang kesehatan pasar kredit secara menyeluruh dan memulihkan semua kerugian dolar."
Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS diperkirakan akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan September pada hari Jumat, meski pemerintah AS masih dalam kondisi shutdown.
"Kami sejalan dengan konsensus yang memperkirakan inflasi inti bulanan naik 0,3% yang seharusnya semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed minggu depan," kata ING. "Kecuali ada penyimpangan besar dari konsensus, rilis inflasi tidak akan berdampak signifikan pada pasar FX, karena pasar tenaga kerja kini lebih menentukan ekspektasi suku bunga."
Euro Stabil Seiring Meredanya Gejolak Politik Prancis
Di Eropa, pasangan EUR/USD naik 0,1% menjadi 1,1659, dengan euro stabil setelah suasana politik di Prancis mulai tenang, menyusul keberhasilan Perdana Menteri Sebastien Lecornu lolos dari dua mosi tidak percaya pekan lalu setelah menyetujui penundaan reformasi pensiun.
"Stabilitas politik di Prancis membuat euro sedikit pulih, tapi tetap sulit untuk benar-benar percaya diri pada situasi di sana. S&P secara mengejutkan menurunkan peringkat kredit Prancis dari AA- menjadi A+ pada Jumat lalu," kata ING.
Harga produsen Jerman turun 0,1% pada September secara bulanan, dan secara tahunan turun 1,7%, menandakan tekanan harga di ekonomi terbesar zona euro masih sangat terbatas.
Sementara itu, pasangan GBP/USD turun 0,1% menjadi 1,3421. Poundsterling relatif stabil menjelang pengumuman anggaran Inggris pada November mendatang.
"Harapkan aliran informasi yang terus-menerus tentang isi anggaran November dalam beberapa minggu ke depan. Ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi pound. Kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal dapat memukul obligasi jangka panjang dan menekan pound, sementara pajak yang lebih tinggi bisa memperlambat pertumbuhan dan meningkatkan kemungkinan pelonggaran kebijakan dari Bank of England," jelas ING.
Yen Melemah Seiring Meningkatnya Peluang Takaichi Jadi PM
Di tempat lain, pasangan USD/JPY naik 0,1% menjadi 150,81, dengan yen Jepang melemah ringan karena meningkatnya spekulasi bahwa pemimpin Partai Demokrat Liberal, Sanae Takaichi, akan menjadi perdana menteri berikutnya.
Takaichi dipandang sebagai sosok yang berpihak pada kebijakan fiskal ekspansif, dengan prospek pengeluaran pemerintah yang lebih besar dan kondisi keuangan yang longgar dalam beberapa bulan ke depan. Ia juga diperkirakan akan menolak kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Bank of Japan, yang akan mengadakan pertemuan kebijakan minggu depan.
Pasangan USD/CNY turun tipis ke 7,1242 setelah data PDB kuartal III China menunjukkan pertumbuhan sedikit di atas ekspektasi.
PDB tahunan tumbuh 4,8%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 4,7%, tetapi melambat dari pertumbuhan 5,2% di kuartal sebelumnya. Ini adalah pertumbuhan terlemah sejak kuartal ketiga tahun 2024.
Meski demikian, PDB kumulatif China sepanjang tahun masih di atas target resmi Beijing sebesar 5%, dengan ekspor sebagai pendorong utama, sementara belanja domestik dan investasi swasta tetap menjadi hambatan.
Pasangan AUD/USD naik 0,1% ke 0,6501, didukung sentimen risiko Asia yang membaik, menjadikan dolar Australia sebagai barometer optimisme regional.(yds)
Sumber: Investing.com