Minyak Bangkit, Tapi “Drama Iran” Belum Selesai
Harga minyak ditutup menguat tipis pada Jumat (16/1), saat sebagian pelaku pasar menutup posisi jual menjelang libur panjang di AS dan tetap memasang “premi risiko” atas situasi Iran yang belum benar-benar reda. Brent ditutup di $64,13/barel (+0,58%), sementara WTI ditutup di $59,44/barel (+0,42%).
Penguatan ini terjadi setelah pergerakan yang sangat volatil sepanjang pekan. Sebelumnya, minyak sempat melonjak ke level tertinggi beberapa bulan karena kekhawatiran potensi eskalasi, namun berbalik terpukul pada Kamis dengan koreksi lebih dari 4% ketika retorika soal serangan AS ke Iran terdengar lebih “wait and see”.
Meski peluang serangan langsung terlihat mengecil untuk saat ini, pasar belum sepenuhnya tenang. Perhatian masih tertuju pada risiko gangguan suplai dan jalur pengiriman, terutama jika tensi kembali memanas dalam waktu singkat.
Di sisi lain, faktor Venezuela juga mulai kembali jadi bahan hitungan. Pelaku pasar menilai suplai tambahan yang sempat dikhawatirkan belum benar-benar “mengalir deras”, sehingga memberi ruang bagi harga untuk bertahan saat tekanan turun muncul.
Namun, untuk horizon yang lebih panjang, banyak pelaku tetap berhati-hati: pasokan global dipandang cenderung longgar tahun ini, sehingga kenaikan berpotensi tertahan jika tidak ada gangguan fisik yang nyata atau lonjakan permintaan yang signifikan.
Ke depan, arah minyak jangka pendek masih sangat ditentukan headline geopolitik dan sentimen risk-on/risk-off. Selama tidak ada eskalasi baru, “premi perang” berisiko terkikis perlahan—dan pasar kembali fokus ke fundamental suplai-demand.(yds)
Sumber: Newsmaker.id