Indeks Dolar AS Mereda dari Level Tertinggi 15 Bulan
Indeks dolar AS naik ke level 101,3 pada perdagangan Rabu, tetapi mulai mereda dari level tertinggi 15 bulan di 101,6 yang sempat dicapai sebelumnya. Pelemahan dari puncak terjadi setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyatakan bahwa risiko inflasi telah menurun.
Pernyataan Warsh sejalan dengan turunnya indeks harga ISM Manufaktur, yang ikut dipengaruhi oleh melemahnya harga energi. Kondisi ini meredakan kekhawatiran bahwa The Fed perlu melakukan beberapa kali kenaikan suku bunga pada tahun ini. Meski begitu, sebagian besar pelaku pasar masih memperkirakan adanya pengetatan kebijakan moneter dalam skala tertentu.
Data ADP juga menunjukkan sektor swasta AS menambah hampir 100.000 pekerjaan pada Juni. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi pasar, tetapi masih cukup kuat dibandingkan rata-rata tahun ini, sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat jika diperlukan.
Dolar AS juga masih mendapat dukungan dari dorongan Warsh untuk mengurangi neraca bank sentral. Kebijakan tersebut dapat membatasi pasokan dolar dan ikut membalikkan sebagian tekanan terhadap greenback yang sempat muncul pada awal tahun.
Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga European Central Bank mulai mereda setelah inflasi kawasan euro menunjukkan pelemahan. Sementara itu, sikap fiskal Jepang yang lebih longgar turut menekan yen, sehingga membantu menjaga posisi dolar AS tetap relatif kuat di pasar valuta global.(yds)
Sumber: Newsmaker.id