Greenback Perkasa, Panel Bank Sentral Jadi Penentu Arah Pasar
Dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang utama Grup G-10, sementara obligasi Treasury bergerak relatif stabil setelah mengalami tekanan pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar kini menantikan rilis data penting Amerika Serikat dan forum European Central Bank (ECB) di Sintra, Portugal.
Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2% dan mencatat penguatan hari kedua berturut-turut. Sementara itu, imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun stabil di sekitar 4,17% setelah ditutup naik tujuh basis poin pada Selasa.
Investor menunggu diskusi panel kebijakan yang akan dihadiri sejumlah pejabat bank sentral utama, termasuk Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, Presiden ECB Christine Lagarde, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey. Pernyataan mereka akan dicermati untuk membaca arah kebijakan suku bunga global.
Dari sisi data ekonomi, Amerika Serikat dijadwalkan merilis ADP Employment Change, ISM Manufacturing, dan S&P Global Manufacturing PMI pada Rabu. Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi pasar tenaga kerja, aktivitas manufaktur, dan prospek kebijakan The Fed.
Euro melemah terhadap dolar AS, dengan EUR/USD turun hingga 0,3% ke level 1,1393. Tekanan pada euro muncul setelah inflasi kawasan euro mereda lebih besar dari perkiraan, seiring turunnya harga energi global akibat upaya perdamaian di Timur Tengah.
Yen Jepang kembali melemah terhadap dolar AS untuk hari ketiga berturut-turut. USD/JPY naik 0,2% ke level tertinggi siklus terbaru di 162,84. Pejabat mata uang Jepang menyebut intervensi sebagai strategi yang efektif dan menegaskan komunikasi erat antara Tokyo dan Washington terkait pasar valuta asing.
Data terbaru juga menunjukkan kepercayaan produsen besar Jepang naik ke level tertinggi sejak 2018, sementara ekspektasi inflasi mencetak rekor baru. Di pasar valuta lainnya, AUD/USD turun 0,4% ke 0,6883, sedangkan USD/SEK naik 0,5% ke 9,7492.(yds)
Sumber: Newsmaker.id