Harga Oil Turun Ditengah Rencana Pembicaraan Iran-AS
Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (1/7), seiring perhatian pasar tertuju pada perjalanan delegasi Amerika Serikat dan Iran ke Qatar untuk mengikuti pembicaraan damai secara terpisah dengan mediator. Pada pukul 04.50 ET atau 08.50 GMT, harga minyak mentah WTI turun 1,2% ke level US$68,68 per barel, sedangkan Brent melemah 1,2% ke posisi US$72,12 per barel.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan perundingan di Doha setelah Iran menolak melakukan pembicaraan langsung dengan utusan senior Amerika Serikat. Teheran menyatakan bahwa setiap pembahasan hanya akan dilakukan melalui mediator pada tingkat teknis. Sikap ini membuat prospek tercapainya kesepakatan cepat untuk mengubah gencatan senjata dua pekan menjadi perdamaian jangka panjang kembali diragukan.
Tekanan terhadap harga minyak juga terjadi setelah harga crude mengalami koreksi tajam pascakonflik Iran. Brent sempat anjlok sekitar 38% sepanjang kuartal kedua setelah sebelumnya melonjak sekitar 94% pada kuartal pertama. Penurunan tersebut menjadi koreksi kuartalan terdalam sejak kejatuhan 66% pada kuartal pertama 2020. Secara bulanan, Brent juga turun sekitar 21% pada Juni setelah melemah 19% pada Mei, karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz mulai mereda.
Meski demikian, risiko geopolitik masih menjadi perhatian utama pasar energi. Tidak adanya pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran memperbesar ketidakpastian mengenai seberapa cepat kedua negara dapat menyelesaikan isu-isu penting dalam kerangka negosiasi 60 hari, termasuk masa depan Selat Hormuz. Jalur strategis ini tetap menjadi faktor penting karena berperan besar dalam arus perdagangan minyak dan gas dunia.
Sementara itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda pemulihan. Data Kpler menunjukkan sekitar 24 kapal komoditas, termasuk tanker minyak mentah dan LNG, melintasi jalur tersebut pada Senin, dengan lalu lintas yang tetap stabil hingga Selasa. Pemulihan arus pelayaran ini membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasokan, tetapi pasar masih menunggu kepastian politik dari pembicaraan AS-Iran di Qatar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id