Indeks Dolar Bertahan, Gencatan Israel-Lebanon Masih Rapuh
Indeks dolar AS (DXY) bergerak datar di sekitar 98,25 pada sesi Asia Jumat (17/04), di tengah ketidakpastian terkait gencatan senjata Israel-Lebanon. Pasar menunggu katalis baru, dengan perhatian tertuju pada prospek pembicaraan lanjutan AS-Iran yang disebut bisa berlangsung akhir pekan ini.
Gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku Kamis, namun ketidakpastian tetap tinggi. Militer Lebanon pada Jumat mengklaim Israel melakukan pelanggaran gencatan, termasuk tembakan sporadis yang memengaruhi sejumlah desa di selatan Lebanon, kondisi yang menjaga permintaan aset safe haven seperti dolar AS.
Di sisi lain, optimisme mengenai gencatan AS-Iran berpotensi menahan penguatan greenback. Kesepakatan damai dua pekan antara kedua pihak saat ini disebut masih berjalan, namun akan berakhir pekan depan, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan pertemuan berikutnya antara Washington dan Teheran bisa terjadi pada akhir pekan.
Strategi valas OCBC, Sim Moh Siong, menilai pasar sedang berada dalam fase konsolidasi karena sebagian optimisme perpanjangan gencatan sudah lebih dulu terharga awal pekan ini. Menurutnya, pasar membutuhkan pemicu berikutnya untuk mendorong pergerakan yang lebih searah, sehingga dolar tidak lagi bergerak “satu arah” dari titik ini.
Selain geopolitik, pelaku pasar menunggu petunjuk bagaimana pejabat Federal Reserve merespons tekanan inflasi yang dipicu perang. Berdasarkan Fed funds futures yang dikutip Reuters, pasar masih bertaruh bank sentral AS akan menahan suku bunga tahun ini, sehingga arah DXY berikutnya akan sensitif pada perkembangan risiko energi, headline geopolitik, dan perubahan ekspektasi kebijakan Fed. (asd)
Sumber: Newsmaker.id