Dolar Bertahan Dekat Terendah Enam Pekan
Dolar AS bergerak mendekati level terendah sejak awal Maret pada Kamis, seiring pelaku pasar mengurangi posisi safe haven karena optimisme Gedung Putih terhadap peluang kesepakatan damai dengan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan perang AS–Israel melawan Iran “hampir berakhir”, sementara Gedung Putih menyebut perundingan tatap muka kemungkinan kembali terjadi di Pakistan.
Sentimen juga mempengaruhi sinyal dari Teheran terkait Selat Hormuz. Sumber yang mengetahui posisi Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran dapat mempertimbangkan membiarkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz jika tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik berlanjut, yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa premi risiko perang mulai berkurang.
Indeks dolar (DXY) stabil di 97,618 setelah turun delapan sesi berturut-turut hingga Rabu, sehingga menghapus sebagian besar penguatan yang terjadi saat perang memanas. Analis ANZ menilai pasar kini “melihat melampaui konflik” dan mem-price in semacam penyelesaian, yang berpotensi menambah tekanan pada dolar jika level 98 ditembus, dengan DXY tercatat turun 0,7% sepanjang pekan ini dan menuju pelemahan mingguan kedua berturut-turut.
Di Eropa, euro sempat melampaui US$1,18 dan berada di jalur kenaikan sembilan hari berturut-turut, sementara sterling yang diperdagangkan di US$1,3569 atau naik sekitar 0,2%. Keduanya bertahan mendekati level tertinggi sejak sebelum perang Iran dimulai pada bulan Februari, mencerminkan pergeseran pasar dari pertahanan ke aset berisiko.
Di Asia, yuan luar negeri berada di 6,8156 per dolar, mendekati level tertinggi tiga tahun, sementara yuan dalam negeri berada di 6,8169. Penguatan yuan terjadi di tengah data Tiongkok yang menunjukkan PDB kuartal I tumbuh 5,0% dan melampaui ekspektasi, meski pelemahan ritel menambah urgensi pemulihan konsumsi domestik. Dolar Australia menguat ke puncak empat tahun di US$0,7193, dolar Selandia Baru di US$0,59170 mendekati puncak satu bulan, dan yen menguat ke 158,38 setelah Menkeu Jepang menyebut Tokyo dan Washington mantap memperkuat komunikasi soal nilai tukar.(asd)
Sumber: Newsmaker.id